Senin, 18 November 2018 bertepatan dengan 12 Robi’ul Awwal 1440 H diselenggarakan acara Tambakberas Bersholawat dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW di Jerambah Masjid Jami’ Tambakberas. Acara Maulid ini dahadiri oleh :
1. KH. Imron Rosyadi Malik
2. KH. Rif’an Nashir
3. KH. Azam Khoiruman
4. KH. Jauharuddin
5. KH. Syifa’ abd. Malik
6. KH. Wafiyul Ahdi
7. KH. Fadlullah Abd. Malik
8. KH. Abdul Lathif Malik, serta ratusan santri dan masyarakat sekitar Tambakberas.
Acara ini dibuka dengan sambutan KH. Imron Rosyadi Malik, Pengasuh Ma’had Sabilul Huda. “Dahulu, Nabi Muhammad SAW tidak pernah dihauli, namun sekarang dihauli sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT dan agar kita diakui menjadi umat Nabi Muhammad SAW”, kata KH. Imron Rosyadi Malik. “Seseorang tidak dikatakan sempurna imannya, kecuali Allah SWT dan Rasulnya lebih dicintai dari yang lain”, tambahnya.

Acara ini digelar sebagai rutinan tahunan masyayikh dan masyarakat Tambakberas, juga dalam rangka Forum Masyarakat dan Santri, agar lebih dekat. Harapannya, semoga kita mendapatkan syafaatul udzma di akhirat kelak. Acara ini berlangsung sangat meriah, dengan datangnya KH. Wafiyul Ahdi selaku Ketua Umum Yayasan PP. Bahrul ‘Ulum.

Setelah penghujung acara, KH. Wafiyul Ahdi memberikan sambutannya. “Kita tidak perlu dalil untuk mencintai Rasulullah SAW, karena kehadiran Nabi Muhammad SAW sudah merupakan rahmat bagi kita”. Beliau juga berpesan kepada para hadirin khususnya para santri untuk sering – sering menghadiri acara sholawat, agar hati menjadi lembut dan mudah _tuturane_ . Jangan mengandalkan pengurus untuk menjaga diri, tapi andalkan diri sendiri untuk menjaga diri dari hal yang buruk.

“Semoga dengan Sholawat ini kita mendapatkan Syafaat Sughro ( didunia ) dan syafaat kubro ( diakhirat )”, tambahnya. Sebelum do’a, KH. Fadlullah Malik juga memberikan sedikit sambutan, “semoga yang hadir pada acara ini semuajya Ahli Jannah ( ahli surga ). KH. Fadlullah Malik juga mengucapkan terimakasih kepada para hadirin. Di akhir sambutan, Beliau mengutip inti salah satu syi’ir dalam Kitab Ta’limul Muta’allim : “Kalau kamu ingin pinter, tapi malah ditinggal ngopi itu berarti santri _koclok_ “.

Kegiatan ini ditutup dengan makan bersama di nampan (purak’an) oleh seluruh masyarakat, santri, dan pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *