Peraturan

PERATURAN YAYASAN PONDOK PESANTREN BAHRUL ULUM
TAMBAKBERAS JOMBANG JAWA TIMUR

NOMOR : 01 TAHUN 2016

TENTANGKEAMANAN DAN KETERTIBAN SANTRI

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1

 

  1. Peraturan Yayasan Pondok Pesantren  Bahrul Ulum tentang keamanan dan ketertiban santri adalah  aturan dasar yang harus dipatuhi dan mengikat sebagai  pedoman berperilaku serta dasar pembinaan  bagi semua santri di lingkungan Pondok Pesantren  Bahrul Ulum.
  2. Majelis Pengasuh adalah Masyayikh yang ditunjuk oleh perwakilan bani KH. Hasbulloh dalam mubes untuk mengasuh  Pondok Pesantren.
  3. Pengurus Yayasan adalah orang orang yang ditunjuk oleh Majelis Pengasuh untuk mengelola lembaga lembaga pendidikan formal maupun non formal di Pondok Pesantren.
  4. Pengasuh Ribath adalah pimpinan yang mengasuh ribath yang ada di pondok pesantren Bahrul Ulum.
  5. Madrasah/sekolah adalah unit pendidikan yang berada di bawah naungan yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum.
  6. Pimpinan madrasah/sekolah adalah anggota masyarakat yang ditunjuk oleh yayasan Pondok Pesantren untuk memimpin pengelolaan pendidikan di madrasah/sekolah.
  7. Pengurus Ribath adalah santri yang ditunjuk oleh pengasuh ribath untuk menjalankan roda pendidikan di ribath Pondok Pesantren.
  8. Satuan Inspeksi Tanggap Pengamanan (SIGAP) YPPBU adalah badan yang dibentuk oleh departemen keamanan dan ketertiban Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum yang anggotanya dari unsur dzurriyah, guru, karyawan, santri, dan masyarakat sekitar untuk melaksanakan dan menegakkan peraturan keamanan dan ketertiban  Pondok Pesantren Bahrul Ulum.
  9. Santri adalah anggota masyarakat yang dengan prosedur tertentu, diterima oleh Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum untuk dibimbing, diasuh, dididik dan diberi pengajaran.
  10. Hak santri adalah sesuatu yang bisa didapatkan atau diperoleh oleh santri.
  11. Kewajiban santri adalah ketentuan yang harus dilaksanakan oleh santri.
  12. Larangan adalah ketentuan yang harus ditinggalkan oleh santri.
  13. Sanksi adalah tindakan yang dikenakan kepada seseorang karena melanggar peraturan.
  14. Penyidikan adalah serangkaian tindakan untuk mencari kebenaran atas dugaan terjadinya pelanggaran.
  15. Penyitaan adalah tindakan untuk mengambil alih penguasaan dan/atau penyimpanan benda untuk kepentingan pembuktian, penyidikan, penertiban dan pengamanan.
  16. Penggeledahan adalah tindakan untuk mencari barang bukti terkait dugaan pelanggaran.
  17. Penangkapan adalah pengekangan sementara waktu kebebasan seseorang berdasar bukti permulaan yang cukup.
  18. Penahanan adalah penempatan seseorang yang diduga melanggar untuk kepentingan penyidikan, penuntutan.
  19. Laporan adalah pemberitahuan yang disampaikan oleh seseorang karena hak atau kewajiban  tentang telah atau sedang atau diduga terjadinya pelanggaran.

 

BAB II
HAK DAN KEWAJIBAN SANTRI
Pasal 2

Hak Santri

 

Santri berhak:

 

  1. Mendapatkan pelayanan pendidikan, pengajaran, bimbingan dan pengarahan.
  2. Menggunakan fasilitas/sarana milik Pondok Pesantren dan Madrasah/sekolah atau perguruan tinggi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  3. Mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren dan Madrasahatau perguruan tinggi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  4. Melaporkan kepada yang berwenang apabila merasa tidak aman, terjadi kehilangan atau kecurian barang.
  5. Mendapatkan penghargaan atas prestasi yang diperoleh.
  6. Mendapatkan perlindungan, perhatian dan rasa aman.

.

Pasal 3

Kewajiban Santri

 

Semua santri diwajibkan:

  1. Beraqidah Islam Ahlussunah Wal Jama’ah ‘Ala Thariqati Nahdlatul ‘Ulama
  2. Taat dan ta’dhim kepada Masyayikh dan semua pendidik dan pengajar di Pondok Pesantren dan Madrasah/sekolah atau perguruan tinggi.
  3. Mengajukan izin tertulis (sowan) kepada pengasuh apabila pulang, datang, atau keluar dari lingkungan pondok pesantren Bahrul Ulum.
  4. Bersikap, bertingkah laku, dan bertutur kata sopan (sesuai dengan ketentuan Syar’an wa ‘adatan)
  5. Berbusana muslim dan berkopiah bagi santri putra, berbusana muslimah bagi santri puteri.
  6. Menjaga nama baik Pondok Pesantren dan Madrasah/sekolah atau perguruan tinggi.
  7. Mengikuti kegiatan belajar mengajar sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Pondok Pesantren dan Madrasah/sekolah dan perguruan tinggi.
  8. Mengikuti pengajian Al Quran dan kitab kuning sesuai dengan klasifikasi yang telah ditentukan.
  9. Mentaati jalur lalulintas santri putra dan putri yang berlaku di pondok pesantren Bahrul Ulum.
  10. Mengajukan izin tertulis kepada yang berwenang jika berhalangan dalam mengikuti kegiatan Pondok Pesantren dan Madrasah/sekolah.
  11. Menghormati dan bersikap sopan kepadatamu dan sesama
  12. Mengikuti sholat berjamaah lima waktu.
  13. Menjaga kebersihan, keindahan, keamanan, dan ketertiban Pondok Pesantren dan Madrasah/sekolah atau perguruan tinggi.
  14. Melapor kepada yang berwenang apabila menyaksikan terjadinya pelanggaran peraturan dan/atau mengetahui orang yang mencurigakan.
  15. Memiliki kartu santri dan siswa dan kartu penghubung wali santri.

 

 

 

BAB III
LARANGAN
Pasal 4

Keamanan dan Ketertiban

 

Santri dilarang:

  1. Melakukan perbuatan yang bertentangan dengan hukum syariat dan hukum negara.
  2. Melakukan perbuatan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban baik di dalam maupun di luar pondok pesantren Bahrul Ulum.
  3. Melakukan ancaman, pengeroyokan, penganiayaan, perkelahian, perjudian, penipuan, pencurian, dan ghasab.
  4. Berhubungan dengan lawan jenis yang melangar syariah.
  5. Berperilaku LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan trans gender).
  6. Berdomisili di indekos (kos-kosan).
  7. Membawa, menyimpan, mengedarkan, dan mengkonsumsi miras dan narkoba dan sejenisnya.
  8. Membawa, menyimpan, mengedarkan dan melihat hal-hal yang bersifat pornografi (film, VCD,  komik, majalah, gambar-gambar/poster dan sejenisnya).
  9. Menyimpan atau menggunakan senjata tajam dan petasan.
  10. Mendatangi tempat permainan (misal PS, bilyard, video game), hiburan dan konser musik.
  11. Mengakses internet di luar jam dan tempat yang sudah ditentukan.
  12. Bagi santri putri, mengenakan perhiasan dan aksesoris yang berlebihan.
  13. Berkeliaran, dan atau bermalam di luar wilayah pondok pesantren.
  14. Membawa, menyimpan, dan menggunakan laptop kecuali: a) di dalam unit madrasah/sekolah untuk santri siswa/i; b) di dalam kampus atau di ribath untuk mahasiswa/i yang diberi izin tertulis dari pengasuh.
  15. Membawa, menyimpan, dan menggunakan HP, HT, dan media elektronik lainnya kecuali pengurus yang mendapat izin tertulis dari pengasuh.
  16. Membawa atau menyewa sepeda motor dan mobil untuk tingkat SLTA ke bawah.
  17. Ikut dalam organisasi yang dilarang negara.
  18. Merokok untuk santri tingkat SLTA ke bawah.
  19. Bermalam di ribath
  20. Bagi santri putra, mengenakan aksesoris yang tidak mencerminkan budaya pesantren(tindik, tato, kalung, gelang, jaket, kaos, potongan rambut, dan semir).
  21. Keluar dari wilayah Ribath pada waktu jam wajib belajar (18.00-21.00) dan jam malam (pukul 22.00-05.00).
  22. Berada di luar lingkungan madrasah/sekolah pada jam kegiatan belajar
  23. Mengikutikegiatan beladiri kecuali di tempat dan jenis perguruan yang telah ditentukan oleh Pondok Pesantren.
  24. Olahraga kecuali hari Selasa dan Jumat.
  25. Mengikuti kursus di luar pesantren dan unit pendidikan YPPBU.
  26. Membawa, menyimpan, dan menggunakan alat musik yang tidak sesuai dengan tradisi pesantren (gitar, seruling, harmonika, dan sejenisnya).
  27. Membuat laporan, pengakuan, dan kesaksian palsu.

 

BAB IV

PENEGAK HUKUM

Pasal 5

Penegak hukum baik di dalam maupun di luar lingkungan pondok pesantren Bahrul Ulum dilaksanakanoleh SIGAP YPPBU.

 

Pasal 6

Tugas dan Wewenang  SIGAP YPPBU

 

SIGAP YPPBU mempunyai tugas dan wewenang melakukan penyidikan, penuntutan, dan proses persidangan dengan rincian:

  1. Menerima laporan dan pengaduan dari seseorang tentang tindak pelanggaran santri.
  2. Melakukan penangkapan, penahanan, penggeledahan, penyitaan, dan pemeriksaan kartu identitas.
  3. Memanggil santri untuk diperiksa, serta memanggil santri lain atau orang lain untuk menjadi saksi.
  4. Melakukan penghentian penyidikan karena tidak cukup alat bukti.
  5. Memproses pelanggaran santri dan menetapkan sanksi pada pelanggaran stadium 1 dan 2.

 

BAB V

SANKSI

Pasal 7

Sanksi Pelanggaran

 

Sanksi pelanggaran yang dimaksud pada Bab V pasal 8 adalah bersifat alternatif dan/akumulatif.

Sanksi Pelanggaran stadium I

  1. Dibina dan
  2. Baca Alquran dan atau menghafalkan doa-doa dan atau berjamaah di shof terdepan selama 7 hari.
  3. Diberi peringatan baik lisan atau

 

Katagori pelanggaran stadium I:

  1. Menggunakan internet di luar jam yang sudah ditentukan.
  2. Berada di luar lingkungan madrasah/sekolahatau Ribath pada jam kegiatan belajar
  3. Belajar beladiri di luar  tempat dan jenis perguruan yang telah ditentukan oleh Pondok Pesantren.
  4. Tidak mengikuti kegiatan pondok dan madrasah/sekolah.
  5. Tidak memakai busana muslim/muslimah secara ma’hadiyah.
  6. Tidak bersikap, bertingkah laku, bertutur kata dan berpakaian sopan (sesuai dengan ketentuan Syar’an wa ‘adatan).
  7. Memasang pengumuman di dalam pondok pesantren tanpa ijin tertulis pengurus.
  8. Parkir kendaraan tidak pada tempat yang telah disediakan bagi siswa-siswi kampung.
  9. Merokok bagi santri tingkat SLTA ke bawah
  10. Mengenakan perhiasan berlebihan bagi santri putri.
  11. Berpenampilan dan mengenakan asesoris selain jam tangan bagi santri putra (gelang,tato, potongan rambut, dan semir).

 

 Sanksi Pelanggaran stadium II:

  1. Kerja Bakti
  2. Dipanggil orang tua/walinya
  3. Diskors (dicabut haknya sebagai santri dengan dikembalikan sementara waktu kepada orang tuanya)
  4. Dita’zir (gundul, siram air got).
  5. Membuat surat pernyataan
  6. Penyitaan
  7. Mengganti barang yang diambil dan/atau yang dirusak.

 

Katagori pelanggaran tingkat II:

  1. Melakukan ancaman terhadap orang lain.
  2. Perkelahian, pengeroyokan, penganiayaan, perjudian, penipuan, dan ghasab.
  3. Berdomisili di indekost (kos-kosan).
  4. Main PS, mendatangi tempat hiburan, permainan, dan konser musik.
  5. Mengenakan asesoris yang tidak mencerminkan budaya pesantren (tindik,kaosdan jaket).
  6. Mencemarkan nama baik pondok dan/atau Madrasah/sekolah.
  1. Membawa, menyimpan, mengedarkan dan melihat hal-hal yang  berbau pornografi (film, VCD,  komik, majalah, gambar-gambar/poster dan lain-lain).
  2. Membawa atau menyewa sepeda angin dan kendaraan bermotor untuk tingkat SLTA ke bawah.
  3. Tidak mengajukan  izin tertulis (sowan) kepada pengasuh apabila pulang, datang, atau keluar dari lingkungan pondok.
  1. Menghina atau melawan pengurus yang sedang melakukan tugas.
  2. Sering tidak masuk sekolah/madrasah dan/atau sering tidak mengikuti kegiatan di Pondok Pesantren.
  3. Mencuri dan merampas hak milik orang lain.
  4. Membawa dan/atau mempergunakan alat telekomunikasi (HP, HT, LAPTOP)
  5. Membuat laporan, pengakuan, dan kesaksian palsu.
  6. Pelanggaran sejenis yang sudah terkena sanksi tingkat I sebanyak 3 kali.

 

Sanksi Pelanggaran stadium III:

  1. Disowankan pada pengasuh.
  2. Dikembalikan kepada bimbingan wali santri.
  3. Pemberhentian siswa dari madrasah dengan surat pindah.
  4. Pemberhentian siswa dari madrasah tanpa surat pindah.
  5. Diserahkan pada pihak yang berwajib.
  6. Mengganti barang yang diambil dan/atau yang dirusak.
  7. Mencabut kembali kartu tanda santri dan segala jenis penghargaan yang pernah diperoleh.

 

Katagori pelanggaran stadium III:

  1. Tidak beraqidah Islam Ahlussunah Wal Jama’ah Ala Thariqati Nahdlatul Ulama.
  2. Terlibat organisasi terlarang.
  3. Hubungan antara putra dan putri melewati batas syara’.
  4. Berperilaku LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender)
  5. Minum-minuman keras, berjudi, narkoba dan sejenisnya.
  6. Pengeroyokan, penganiyaan, perkelahian berat.
  7. Pelanggaran sejenis yang sudah terkena sangsi stadium II sebanyak 3 kali.

 

BAB VI

ATURAN TAMBAHAN

 Kegiatan ekstra kurikuler yang diadakan oleh sekolah maupun ribath harus memperhatikan prinsip:

  1. Tidak bertentangan dengan aturan YPPBU,  syariat, dan etika pesantren
  2. Harus mendapatkan izin pengasuh
  3. Kegiatan ekstra madrasah hanya diperbolehkan pada hari Jum’at kedua dan ketiga (puteri jam 08-00-10.30; putera jam 13.30-16.00)
  4. Program pendalaman hanya diperuntukkan kelas akhirdengan ketentuan waktu mulai jam 14.00-16.00.
  5. Santri atau peserta didik yang dikeluarkan dari pesantren harus dikeluarkan dari madrasah/sekolah, demikian juga sebaliknya, dan tidak diperbolehkan diterima pada ribath dan madrasah di lingkungan YPPBU.
  6. Perguruan bela diri yang diperbolehkan YPPBU adalah Pagar Nusa, Orhada, Wushu, dan Karate (forki)
  7. Santri atau peserta didik mutasi, wajib menyertakan surat kelakukan baik dari sekolah asal.

 

 

 

BAB VII

PENUTUP

 

  1. Segala ketentuan yang belum diatur dalam tata tertib ini akan diatur kemudian atas dasar mufakat para pemegang kewenangan dalam pemutusan sanksi pelanggaran.
  2. Peraturan ini diberlakukan sejak ditetapkan.

 

 

DITETAPKAN DI : JOMBANG

PADA TANGGAL : 21 MARET 2016

PENGURUS YAYASAN

PONDOK PESANTREN BAHRUL ULUM

M. IRFAN SHOLEH, S.Pd.                                        Drs. KH. ABD.CHOLIQ, SH, M.Si.

Ketua Umum                                                              Sekretaris Umum

KETUA MAJELIS PENGASUH

PONDOK PESANTREN BAHRUL ULUM

 

 

MOH. HASIB WAHAB

 

 

 

 

LAMPIRAN

KEPUTUSANYAYASAN PPBU

BAGI WALI SANTRI

  1. Wali santri atau wali peserta didik wajib menandatangani surat kesepakatan ketaatan dan kepatuhan terhadap peraturan YPPBU
  2. Wali santri tidak diperkenankan melakukan kunjungan pada jam efektif belajar.
  3. Wali santri wajib sowan kepada pengasuh bila melakukan kunjungan pada anaknya
  4. Wali santri tidak diperkenankan mengajak putra putrinya keluar area PPBU ketika berkunjung tanpa seizing pengasuh
  5. Wali santri ketika berkunjung diwajibkan berbusana sopan sesuai etika pesantren.

 

 

DITETAPKAN DI : JOMBANG

PADA TANGGAL : 21 MARET 2016

PENGURUS YAYASAN

PONDOK PESANTREN BAHRUL ULUM

M. IRFAN SHOLEH, S.Pd.                                        Drs. KH. ABD.CHOLIQ, SH, M.Si.

Ketua Umum                                                              Sekretaris Umum

KETUA MAJELIS PENGASUH

PONDOK PESANTREN BAHRUL ULUM

 

 

MOH. HASIB WAHAB