Pondok Pesantren Sejuta Peradaban

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua yang berada di Indonesia yang telah terbukti mencetak ribuan alumni yang dapat berkiprah baik dalam bidang agama, sosial, maupun budaya. Tapi tak bisa dipungkiri, kurikulum atau metode yang diberlakukan di pondok pesantren memang tidak pernah bisa menalar oleh akal. Diceritakan oleh KH. Anwar Zaid bahwa Maha Guru Ulama Nusantara, KH. Sholeh Darat dalam mendidik santri-santrinya itu dengan menggunakan lagu dan banyak membaca Al-Fatihah atau Ummul Qur’an.

“Kyai Sholeh Darat iku nek ngulang santri mboten neko-neko, nek ngulang dilagukne, tur akeh fatihah e. Sholat dhuhur, petang roka’at. Dadi ngono yo, nek sholat subuh iku papat roka’at, wes mugo-mugo barokah, al-fatihah.”

Tapi yang menarik adalah santri-santri beliau sukses menjadi ulama-ulama besar di Indonesia. Diantaranya : KH. Hasyim Asyari, KH. Ahmad Dahlan, dan RA Kartini. Jika dipahami secara nalar, tidak mungkin hal tersebut bisa terjadi. Tapi bila dikaji lebih dalam lagi, pendidikan di pesantren memang memiliki faktor lain yang mampu mengantarkan santri-santrinya menjadi orang yang bermanfaat bagi umat.

Kurang lebih, rahasia pendidikan di pondok pesantren yang membedakannya dengan pendidikan lain adalah

1. Pondok pesantren mendidik santri secara lahir dan batin.

Yang membedakan pendidikan pesantren dengan pendidikan-pendidikan yang lain adalah pendidikan di pondok pesantren tidak hanya mendidik santri secara lahir, yaitu proses belajar mengajar, tapi juga mendidik secara batin, yaitu dengan dengan doa. Hampir seluruh pendidik di pondok pesantren memiliki keyakinan bahwa yang membuat santri pintar itu bukan pendidik, akan tetapi Allah SWT.

Oleh karena itu, pendidik di pondok pesantren selain mendidik dengan proses belajar mengajar, tapi juga mendoakan santri agar dapat menjadi orang yang bermanfaat bagi agama, nusa, dan bangsa.

2. Tujuan dari pendidikan pondok pesantren bukan sekedar mencerdaskan anak, akan tetapi lebih dari itu, tujuan utama dari pendidikan pesantren adalah membenarkan anak.

Tak bisa dipungkiri lagi bahwa pada zaman yang serba terbalik ini, semakin banyak orang pintar, akan tetapi semakin sdikit orang yang benar. Dituturkan oleh salah satu santri senior Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum Putra (Induk) : “Isek luwih gampang minterno wong bener daripada mbenerno wong pinter.”

Dua hal itulah yang akhirnya membuat pendidikan pondok pesantren menjadi lebih istimewa, yang telah terbukti secara gamblang dari alumni-alumninya yang sukses berkiprah di masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *