Pendidikan

Berdasarkan undang-undang no 1 tahun 1992 tentang pendidikan PPBU yang mungkin perlu di amandemenkan sesuai dengan kebutuhan pesantren saat ini, bahwa pendidikan di PPBU ini bertujuan membentuk kepribadian peserta didik yang teguh, mandiri, bertakwa, berbudi luhur, sehat lahir batin, dan bertanggung jawab secara individu maupun sosial. Hal ini sesuai dengan tiga aspek dalam diri manusia yang menjadi perhatian pada pendidikan saat ini, yaitu kognitif, efektif, dan psikomotorik yang terkandung dalam aspek kecerdasan yang berupa kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual, serta kecerdasan sosial.

Untuk mencapai tujuan di atas, diadakan usaha-usaha pembinaan serta pengorganisasian sistem belajar mengajar yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta didik (santri). Yang diwujudakan melalui program-program pendidikan yang ditangani beberapa sub departemen.

Dari beberapa sub departemen, penjabaran pola pendidikannya dapat dikelompokkan  dalam dua jenis program, yaitu pertama Yaitu program pendidikan yang dilaksanakan secara  tetap, program ini merupakan program dasar, bimbingan baca kitab, takroruddurus, atau program penunjang yang diselenggarakan dalam bentuk perkuliahan (pengajian weton dan pengajian sorogan). kedua Program Kokurikuler Yaitu program pendidikan yang diselenggarakan secara tidak tetap dan tidak berskala panjang, seperti pengajian kilatan di bulan ramadhan, program ini bersifat pilihan  sesuai dengan kebutuhan dan minat santri.

Di samping program tersebut di atas, dikembangkan pula program pendidikan alternatif sebagai metode pendidikan yang diambil berdasarkan kenyataan, bahwa pengetahuan tidak saja dihasilkan dari proses berfikir tetapi juga diperoleh dari hasil proses bertindak kemudian berfikir tentang tujuan dan makna tindakan. Kemudian hasilnya didiskusikan dengan orang lain, selanjutnya kembali melakukan tindakan atas dasar sintesa pemikiran dan diskusi tersebut. Wujud kongkrit dari metode tersebut antara lain berupa bahtsul  masail atau bahtsul kutub. Proses belajar ini akan menambah pengetahuan santri, perluasan wawasan berfikir serta pendalaman pemahaman hukum islam secara mandiri. Kegiatan ini dilakukan dengan cara membaca kitab-kitab fiqih untuk dikaji jalan pikiran pengarangnya, dan akhirnya diambil pendapat ulama’ yang kuat dalilnya.

Dalam melayani minat dan bakat peserta didik (santri) khusunya mengenai keterampilan berpidato, sebagai pembawa acara atau MC (master of ceremony), khitobah dan lain-lain, diprogramkan kegiatan Corps Da’wah, yang bertujuan mempersiapkan terbentuknya kader da’i yang mempunyai ketajaman daya analisis dalam konteks perkembangan masyarakat dan ditunjang dengan keterampilan dalam membaca maulid diba’. Dengan adanya kemampuan dan keterampilan tersebut, santri diharapkan mampu mengabdikan dirinya pada masyarakat dikemudian hari.