MENGENAL LEBIH DEKAT HADRATUSSYAIKH KH. M. HASYIM ASY’ARI

Buku karya Dr. (H.C.) Ir. KH. Salahuddin Wahid atau Gus Sholah ini merupakan salah satu karya yang memang sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat khusunya kalangan Pesantren. Didalam buku yang berjudul MENGENAL LEBIH DEKAT HADRATUSSYAIKH KH. M. HASYIM ASY’ARI ini, Gus Sholah memaparkan dengan sangat baik sosok KH. M. Hasyim Asy’ari.

Didalam buku ini Gus Sholah membagi isi buku menjadi 2 bagian, bagian yang pertama menjelaskan serta menggambarkan sosok KH. M. Hasyim Asy’ari dalam berbagai segi. Sedangkan untuk bagian yang kedua, Gus Sholah lebih terfokus untuk menjelaskan Pesantren dari masa ke masa.

Untuk lebih mengenal KH. M. Hasyim Asy’ari, saya dapat menyimpulkan 5 point :

1. Qonun Asasi KH. M. Hasyim Asy’ari
Qonun Asasi KH. M. Hasim Asy’ari ini meliputi 3 hal, yakni akidah, syari’at dan akhlak, yang ketiganya merupakan satu kesatuan ajaran yang mencakup seluruh aspek prinsip keagamaan Islam.

2. KH. Hasyim Asy’ari sebagai seorang Pendiri Pesantren Tebuireng
Latar belakang berdirinya Pesantren Tebuireng tidak akan pernah lepas dari sosok KH. M. Hasyim Asy’ari. Beliau mendirikan Pesantren Tebuireng yang bertempat di desa Cukir dengan tujuan untuk menghadapi para pekerja pabrik yang biasanya setelah gajian menggunakan sebagian uang gajiannya untuk berfoya – foya dan hal yang bertentangan dengan syari’at.

3. KH. Hasyim Asy’ari sebagai seorang Pendiri Jam’iyyah Nahdlatul Ulama
Didalam buku ini dijelaskan bahwasanya sebenarnya yang mempunyai gagasan untuk mendirikan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama adalah KH. Abdul Wahab Chasbulloh ( Tambakberas ). Namun KH. Wahab Chasbulloh menyadari, jika Jam’iyyah ini ingin berdiri maka harus didirikan oleh KH. M. Hasyim Asy’ari.

Lama sekali beliau menunggu, tetapi tak ada respon positif dari KH. M. Hasyim Asy’ari. Akhirnya KH. Wahab Chasbulloh sowan kepada Syaikhona Kholil Bangkalan, beliau dimohon supaya ndawuhi KH. Hasim Asy’ari untuk menyatakan berdirinya Nahdlatul Ulama.

4. KH. Hasyim Asy’ari sebagai Pemimpin Jam’iyyah Nahdlatul Ulama, Umat Islam Indonesia dan Bangsa Indonesia
Didalam buku ini, KH. M. Hasyim Asy’ari berperan sangat sentral sebagai seorang pemimpin. Di Nahdlatul Ulama beliau menjadi Rais Akbar yang keputusannya harus dipatuhi oleh seluruh pengurus dan anggota.

Kepemimpinan KH. M. Hasyim Asy’ari juga harus diakui oleh seluruh oknum organisasi di Indonesia. Beliau selain menjadi Rais Akbar juga menjadi Ketua Majlis Syuro Partai Masyumi.

5. KH. M. Hasyim Asy’ari sebagai seorang pendidik
KH. M. Hasyim Asy’ari berpendapat, bahwa tujuan pendidikan ialah pemahaman terhadap pengetahuan dan pembentukan karakter yang baik yang penuh dengam pemahaman secara benar dan sempurna terhadap ajaran – ajaran Islam, serta mampu mengaktualisasikan dalam kehidupan sehari – hari. Beliau juga mengatakan bahwa santri yang baik adalah santri yang bisa menjalankan apa yang dipelajari dipesantren di kehidupan sehari hari. Jadi pengamalan ilmu adalah yang diutamakan.

KH. Hasyim Asy’ari mendidik dengan tangan dingin, kerja keras, do’a, kealimandan keikhlasan. Terbukti dengan pesatnya pertumbuhan Pesantren Tebuireng yang beliau asuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *