Keutamaan Memperingati Maulid Muhammad Saw, 12 Rabi’ul Awwal

Bulan Rabiul Awwal merupakan salah satu bulan istimewa bagi umat islam. Di bulan itu, lahir manusia agung pembawa risalah bagi seluruh alam yakni Nabi Muhammad SAW. Manusia mulia sekaligus penghulu para nabi itu lahir pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awwal, Tahun Gajah di Kota Mekkah.

Kisah-kisah tentang keutamaan memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw, diantaranya :

Diringankannya siksa Abu Lahab

فقد جاء في البخاري أنه يخفف عن أبي لهب كل يوم الإثنين بسبب عتقه لثويبة جاريته لما بشّرته بولادة المصطفى صلى الله عليه وسلم. وهذا الخبر رواه البخاري في الصحيح في كتاب النكاح معلقا ونقله الحافظ ابن حجر في الفتح. ورواه الإمام عبد الرزاق الصنعانيفي المصنف

Dikisahkan bahwa Abu Lahab diringankan siksanya setiap hari senin, karena pada hari itu, ia memerdekakan budaknya yang bernama Tsuwaibah, dikarenakan rasa gembiranya
atas kelahiran Nabi

Menjadi wali dikarenakan mengagungkan maulid Nabi

إعانة الطالبين الجزء الثالث صـ ٤١٥
( وَحُكِيَ ) أَنَّهُ كاَنَ فِي زَمَانِ أَمِيْرِ اْلمُؤْمِنِيْنَ هَارُوْنَ الرَّشِيْدِ شَابٌ فِي اْلبَصْرَةِ مُسْرِفٌ عَلَى نَفْسِهِ وَكاَنَ أَهْلُ اْلبَلَدِ يَنْظُرُوْنَ إِلَيْهِ بِعَيْنِ التَّحْقِيْرِ لِأَجْلِ أَفْعَالِهِ الْخَبِيْثَةِ غَيْرَ أَنَّهُ كاَنَ إِذَا قَدِمَ شَهْرُ رَبِيْعِ اْلأَوَّلِ غَسَلَ ثِيَابَهُ وَتَعَطَّرَ وَتَجَمَّلَ وَعَمِلَ وَلِيْمَةً وَاسْتَقْرَأَ فِيْهَا مَوْلِدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَدَامَ عَلَى هَذَا اْلحَالِ زَمَانًا طَوِيْلاً ثُمَّ لمَاَّ مَاتَ سَمِعَ أَهْلُ اْلبَلَدِ هَاتِفًا يَقُوْلُ اُحْضُرُوْا يَا أَهْلَ الْبَصْرَةِ وَاَشْهَدُوْا جَنَازَةَ وَلِيٍ مِنْ أَوْلِيَاءِ اللهِ فَإِنَّهُ عَزِيْزٌ عِنْدِيْ فَحَضَرَ أَهْلُ اْلبَلَدِ جَنَازَتَهُ وَدَفَنُوْهُ فَرَأَوْهُ فِي اْلمَنَامِ وَهُوَ يَرْفُلُ فيِ حُلَلِ سُنْدُسٍ وَاسْتُبْرَقٍ فَقِيْلَ لَهُ بِمَ نِلْتَ هَذِهِ الْفَضِيْلَةَ ؟ قَالَ بِتَعْظِيْمِ مَوْلِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم

Diceritakan bahwa pada masa Harun Ar-rasyid ada seorang penduduk Basrah yang dikenal suka berfoya – foya sehingga dianggap buruk oleh penduduk. Tetapi setiap datang bulan Maulid, ia selalu mencuci pakaiannya dan memakai wangi wangian, serta mengadakan jamuan makan yang didalamnya dilakukan peringatan maulid nabi, dan itu dilakukan dalam waktu yang lama semasa hidupnya.

Tatkala meninggal, para penduduk mendengar hatif “Wahai penduduk Bashrah, datang dan saksiksanlah salah satu wali Allah. Sesungguhnya ia mulia di sisiku”. Maka para penduduk datang dan menguburkannya.

Lalu mereka dinampakkan dalam mimpi, pemuda tersebut diagungkan dengan mengenakan pakaian sutra tipis dan tebal, lalu mereka bertanya “sebab apa engkau memperoleh kemuliaan ini?”. Pemuda tersebut menjawab “(aku dimulyakan) karena mengagungkan maulid Nabi Saw.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *