Selasa, 19 November 2018 diselenggarakan acara Kajian Ilmiah dan Bedah Buku Ta’limul Muta’allim yang bertempat di GSG Chasbulloh Said. Acara ini di narasumberi oleh :
1. Ust. Fahmi ( badal Ust. Nailul Huda, M.Pd )
2. Ust. Hamim H. R
3. Dr. KH. A. Musta’in Syafi’i ( dosen UNHASY dan IAIBAFA ).
Acara ini berjalan dengan sangat meriah dengan dihadiri oleh sekurangnya 500 hadirin dari pondok dan umum.

Acara ini dimulai pada jam 09.00 WIB dan dibuka dengan sambutan Ust. Abdul Adhim, selaku perwakilan WAKA Kesiswaan Madrasah Mu’allimin Mu’allimat 6 tahun. “Saya baru pertama kali ini menghadiri acara OSIS yang pesertanya 500-an”, ucap Ust. Abdul Adhim saat membuka acara dengan penuh kekaguman.

Acara bedah buku ini dibuka oleh pernyataan Moderator, Ust. Ali Mahmud. “Dahulu, perlu proses yang cukup lama bagi santri dalam melakukan kegiatan sehari-hari, namun sekarang, santri-santri sangat instan dalam melakukan kegiatannya”, kata Ust. Ali Mahmud saat memulai acara. “Keistiqomahan adalah kunci keberhasilan santri”, tambahnya.

Narasumber yang pertama, Ust. Fahmi membuka diskuai dengan menerangkan latar belakang dan isi kitab Ta’limul Muta’allim. “Metode belajar yang ada dalam kitab Ta’limul Muta’llim memang merupakan metode kuno, namun masih dapat digunakan pada zaman sekarang”, jelasnya.

Sedangkan narasumber kedua, Ust. Hamim menjelaskan tentang metode belajar yang ada didalam kitab Ta’limul Muata’allim. “Menulis adalah salah satu cara yang ampuh dalam mencari ilmu, karena dapat membantu daya ingat” jelasnya.

Sedangkan narasumber ketiga, Dr. KH. A. Musta’in Syaf’i menerangkan tentang hubungan antara kitab Ta’limul Muata’allim dengan Kitab Ihya’ Ulumuddin karya Imam Al-Ghozali.

Acara bedah buku ini diselenggarakan oleh OSIS Madrasah Mua’llimin Mua’allimat 6 tahun. Acara ini diadakan dengan tujuan agar para hadiri khusunya para santri mengetahui apa isi kandungan dari Kitab Ta’limul Muta’allim.

Dipenghujung acara, ketiga narasumber memberikan pesan kepada para santri, untuk terus belajar kitab turots, agar kitab turots terus berkembang. Juga Dr. KH. A. Musta’in Syafi’i berpesan, agar santri itu istoqomah, karena istiqomah adalah kunci keberhasilan santri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *