Mendaur ulang sampah itulah kebiasaan santri Pondok Pesantren Bahrul Ulum Induk, sampah yang menumpuk di TPS pondok kebanyakan merupakan sampah toples, botol, dan barang bekas lainya. Barang barang ini nantinya akan digunakan sebagai alat musik pengiring lagu kreasi nadhom yang akan ditampilkan pada malam apresiasi seni (13/07).

Para santripun berlatih mengreasikan bacaan Nadhom Alfiyah Ibnu Malik, dalam satu minggu mereka berlatih memadukan antara nada lagu dan aransement musik.

Tim kreasi nadhom Pondok Pesantren Bahrul Ulum Induk berhasil memperoleh juara 2 pada perlombaan kreasi nadhom antar ribath bulan lalu, dan bagi yang mendapat juara 1 & 2 berhak ditampilkan pada malam apresiasi seni menjelang Haflatul Kubro.

Menurut saudara Sekar Wijaya Kusuma selaku koordinator dalam tim kreasi nadom ini “ Santri bukan hanya belajar mengaji tapi bisa memanfaatkan sampah sampah dikalangan masyarakat maupun dunia yang sekarang ini dianggap remeh oleh kalangan muda sekarang “ terangnya.

Hari ulang tahun madrasah ke 103 dan pondok pesantren ke 192 tahun ini diiringi dengan beberapa kegiatan antara lain; santunan anak yatim, donor darah, pengobatan gratis, khitan masal, dan bazar buku serta Lailatus Sholawat yang diselenggarakan pada kamis (12/07) dan ditutup dengan pengajian pada sabtu malam (14/07) oleh KH. Syarofuddin dari Rembang dan juga dihadiri oleh KH. Said Aqil Siradj Ketua Umum PBNU.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *