Desember yang di Istimewakan

Tak terasa sudah kita semua berada dipenghujung tahun 2020, tahun yang dilalui dengan peunh rasa suka dan duka akibat pandemi yang berbahaya. Sebagai mana telah kita ketahui, sekitar awal bulan Maret Negara Indonesia kedatangan tamu tak diundang berupa virus mematikan COVID-19 (corona virus desease-19), penyebaran virus ini sangatlah cepat sehingga memaksa para tenaga medis mengorbankan waktu bahkan nyawa mereka demi mengobati pasien-pasien terdampak corona. Tak hanya itu, virus ini juga membuat pusing banyak kalangan, terlebih lagi kalangan Pesantren, terbukti pulahan ribu Santri dipulangkan oleh pihak Pesantrennya agar diawasi langsung oleh Orang tua dirumah masing-masing.

Menanggapi hal tersebut Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang juga memutuskan untuk memulangkan para Santrinya agar diawasi langsung oleh wali santri. Sekitar bulan kemudian, tepatnya pada awal bulan Juli, pihak Yayasan mulai mengembalikan sebagian Santrinya secara bergelombang dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat mengingat Pondok Pesantren Bahrul Ulum telh menyandang gelar Pesantren Tangguh SEMERU, sebuah gelar yang disematkan pada Pesantren yang siap menjaga Santrinya agar tidak terdampak virus.

Pada bulan Desember ini seperti adat yang telah berjalan mestinya para Santri dipulangkan karena kegiatan dipondok dan madrasah libur, menyikapi hal tersebut, pihak Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas mengeluarkan kebijakan dengan membolehkan para Santri untuk pulang mengingat semua kegiatan libur dan para Santri kembali pada bulan Januari 2021, namum pihak Yayasan mengembalikan wewenang kepulangan Santri kepada Pengasuh Ribath masing-masing.

Mengenai hal tersebut, ada sesuatu yang berbeda pada Desember kali ini, Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Putra (pondok induk) mengeluarkan kebijakan bahwa Santri pondok induk tidak diperbolehkan pulang, alasan beliau seperti yang disampaikan oleh Pengurus bahwa pada tahun depan sekitar mulai bulan April para Santri akan mengalami libur panjang, maka dari itu sekarang tidak diperbolehkan pulang dahulu, penyebaran virus corona yang makin hari makin banyak di Jombang mungkin juga menjadi salah satu faktor beliau tidak berkenan memulangkan para Santri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *