Pendiri

BIOGRAFI KH ABDUL WAHAB HASBULLAH PENDIRI PONPES BAHRUL ULUM

Kiai Wahab Chasbulloh dilahirkan di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.Pada tahun 1886 M.Kiai Wahab badanya kecil langsing, warna kulitnya hitam manis, dan dahinya luas. Beliau kelihatan seorang yg rajin bekerja dan giat sekali dalam pergerakan Islam.Seringkali jika menerima tamu kelihatan acuh tak acuh, sehingga sukar menerangkan suatu duduk perkara yg sempurna kepadnya.Tetapi sebaliknya, apa yg diterangkan orang kepdanya, lekas dipahaminya.Hanya kadang-kadang beliau seperti sedang memikirkan sesuatu yg lain,oleh karena itu kelihatan seakan-akan tidak memperhatikan apa yang dikemukakan kepadanya.Anehnya,dengan segera dapat menangkap kesimpulan politik dan apa yang dibicarakan dengannya.

Kiai Wahab seorang yg alim, ahli dalam segala bidang ilmu Islam, pemimpin yang banyak pengalamannya dalam dunia pergerakan dan politik, dan dalam Nahdlatul ulama khususnya, serta dalam kalangan ulama umumnya.

Sewaktu kecil, Kiai Wahab menerima pelajaran dasar-dasar dari ayahnya sendiri sampai berusia 13 tahun, baik mengenai pelajaran membaca Al-Quran, Ilmu tauhid, fiqih dan sedikit ilmu tasawuf.Beliau kemudian melanjutkan ke pesantren Langitan,Tuban,berguru kepada Kiai Soleh.Antara umur 15-17 tahun beliau berguru di pesantren Nganjuk, yaitu pesantren Mojosari dibawah bimbingan Kiai Zainuddin.

Kiai Wahab kemudian mencari ilmu di pondok Tawangsari, Sepanjang, selama setahun.Beliau melanjutkan belajar ilmu fiqih kepada Kiai Mas Ali terutama mempelajari iqra,sedangkan ilmu tajwidnya diperoleh dari Kiai Mas Abdullah, kakak dari Kiai Mas Ali.

Kemudian Kiai Wahab memutuskan pergi belajar ke Madura , kepada Kiai Muhammad Khalil, Bangkalan.Disini beliau memperdalam kitab Alfiyah dan syarah-syarahnya.

Kiai Wahab dikirim ke Mekkah sekitar tahun 1909 untuk memperdalam ilmunya.Beliau bermukim di sana kira-kira selama lima tahun.Dalam masa itu, yaitu pada masa Pemerintahan Syarif Husein, di Makkkah sedang maju kajian agama Islam.

Di antara guru-gurunya adalah Kiai Mahfudz Termas yang mengarang kitab Syafii,terutama mengenai ilmu hukum, tasawuf, ushul fiqih.Selanjutnya Kiai Mukhtaram Banyumas, dengan menamatkan kitab-kitab besar seperti Fathul Wahab, Syaikh Ahmad Khatib Minangkabau, yang pada waktu itu menjadi mufti syafi`i di Makkah dengan mengaji ilmu fiqih, Kiai Baqir Yogyakarta dengan mengaji ilmu mantik., Kiai Asy`ari Pasuruan dengan mengaji ilmu hisab(falak), Syaikh Said Al-Yamani dan Said Ahmad bin Bakry Syatha dengan mengaji ilmu nahwu (usymuni), baik di rumahnya maupun dalam masjid.

Dari gurunya, Kiai Mahfudh Termas dan Syaikh Al-Yamani, Kiai Wahab mendapat ijazah istimewa.Untuk memperluas wacana hukum-hukum Islam, Kiai Wahab mendalami kitab-kitab hadis Al-Bukhari dan Muslim.

Kiai Wahab wafat pada hari Rabu, 12 Dzulqo`dah 1391 H atau 29 Desember 1971 M. Beliau dimakamkan di pekamaman keluarga Pesantren Bahrul ulum, Tambakberas, Jombang.