BelajarArgumentasi lewat Munadzarah

Para Santri berpartisipasi dalam kegiatan Munadzarah

Pemandangan Rabu malam di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang kali ini tampak berbeda, kegiatan malam hari yang biasanya diisi dengan takroruddurus (mengulang-ulang pelajaran) yang dikelompok-kelompok sesuai kelas diMadrasahnya masing-masing, kini direformasi menjadi kegiatan Munadzoroh (Diskusi) kitab, sebenarnya kegiatan ini sudah ada sejak dulu, namun beberapa tahun terakhir ini sempat nonaktif, adapun kitab yang dipakai pedoman adalah kitab fan ilmu fiqih “Tahrir Tanqihul Lubab”.
Metode Munadzoroh tak jauh beda dengan Bahtsul Masa’il, yakni ada yang menjadi Qori’, Mubayyin, Notulen, dan Moderator, serta Mushohih.
Kegiatan Munadzoroh diwajibkan bagi santri kelas 3-6 MMA secara kesulurahan, dan dianjurkan bagi santri MMA kelas 1&2 untuk ikut serta, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang mana musyawwirin (orang yang bermusyawarah) dalam mengungkapkan pendapatnya ia harus menyertakan Ibaroh (referensi dari kitab), ditahun ini Musyawwirin tidak harus menyertakan Ibaroh ketika berpendapat, hal ini ditujukan agar melatih keberanian para santri untuk berbicara dan mengungkapkan pendapatnya didepan banyak Audiens. Sekian…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *