95 Tahun Nahdlatul Ulama’

31 Januari 2020 kemarin, Nahdlatul Ulama memperingati Hari Ulang Tahun ke-95, umur yang hampir 1 abad membuat Nahdlatul Ulama harus semakin berbenah dan konsisten dengan ajaran Aswaja An Nahdliyahnya serta Nasionalisme yang selama ini menjadi nilai yang dijunjung tinggi.

Sebagai Organisasi Masyarakat Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama ikut andil dalam memperjuangkan serta mempertahankan keutuhan NKRI, mulai dari keikut sertan ulama NU dalam perumusan piagam Jakarta hingga fatwa jihad oleh KH. Hasyim Asyari untuk melawan Belanda dan sekutu yang ingin kembali menjajah Indonesia melalui Surabaya.

Sejarah singkat berdirinya Nahdlatul Ulama diawali dengan niatan raja Ibnu Saud untuk membongkar maqbarah Rasulullah SAW dan membuat kebijakan menolak praktik bermadzhab, usulan tersebut akan dibawa ke Muktamar Dunia Islam, para ulama Pesantren sangat kontra dengan wacana tersebut, KH. Abdul Wahab Chasbullah sebagai salah satu ulama Pesantren segera meloby tokoh-tokoh agar wacana tersebut tidak terealisasi, namun usaha beliau belum juga mendapat keberhasilan, akhirnya beliau membuat panitia sendiri yang dinamai Komite Hijaz dan sepakat memilih KH. Raden Asnawi sebagai delegasi menyampaikan ketidak setujuan wacana tersebut. Namun timbul pertanyaan institusi apa yang diwakili KH. Raden Asnawi, maka melalui usulan KH. Abdul Wahab Chasbullah dan restu dari KH. Hasyim Asy’ari srta restu guru beliau Syaikhona KH. Kholil Bangkalan sebuah organisasi berdiri di Surabaya dengan nama Nahdlatul Ulama (kebangkitan ulama). Nama Nahdlatul Ulama disepakati atas usulan dari KH. Mas Alwi bin Abdul Aziz.

Guna memperingati Harlah NU ke-95, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Putra Tambakberas menggelar Istighosah di Masjid Jami Bahrul Ulum yang dipimpin KH. Abdul Wahab Yahya, selain itu, bermacam-macam persembahan kolosal antar komplek pun digelar dihalaman pondok demi menyemarakkan Harlah NU 95.

Sekian…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *